BERITA & ARTIKEL - KEGIATAN & PROMOSI

ST. CAROLUS BERITA & ARTIKEL

Patah Tulang pada Lansia, Perlukah Segera Dioperasi?

oleh : dr. J. B. Endrotomo S., SpOT dan dr. Monika Carolina

Post on 23 August, 2018

PATAH tulang (fraktur) pada lansia akan mempunyai penyembuhan yang lebih lama dan beresiko fatal yang menyebabkan kematian. Patah tulang lansia paling sering dikarenakan terjatuh, dan lokasi patah tulang tersering di tulang panggul dan tulang belakang yang sangat berperan penting untuk menyangga tubuh dan mobilitas fisik.

Gambar I. Lokasi cedera tersering saat lansia jatuh

Acapkali setelah jatuh lansia masih bisa bangkit sendiri, mendiamkannya tanpa memberitahu keluarganya dan berharap dengan berbaring dapat membaik sendiri. Atau, berobat alternatif dengan diagnosis yang belum jelas mereka diurut dan menyarankan untuk tidak bergerak/tirah baring.

Akan tetapi setelah diurut malah dapat memperburuk keadaan dan tirah baring pun tidak akan mempercepat penyambungan tulang bahkan menambah komplikasi penyakit.

Gambar II. Komplikasi penyakit jika tirah baring terlalu lama

Patah tulang panggul harus dikoreksi dengan operasi kerena bertujuan untuk mempertahankan kualitas hidup lansia dengan mengurangi disabilitas/ ketergantungan pada orang lain. Acapkali Iansia menganggap usia dan penyaklt multipel adalah faktor penghambat untuk operasi sedangkan secara medis bukan kontraindikasi absolut untuk operasi.

Persiapan pre-operasi pada Iansia memang lebih komprehensif dan perlu dievaluasi oleh tim medis yang merupakan kolaborasi lintas spesialis (selain dokter  bedah tulang dan dokter anestesi) berdasarkan kondisi lansia itu sendiri. Pasca operasi, tim medis dokter ortopedi (bedah tulang) dan rehabilitasi medik akan mengevaluasi pasien, mengajari, dan memulai beraktivitas ringan meskipun baru 1 atau 2 hari selesai operasi dan lokasi operasi masih terasa nyeri ataupun sedikit bengkak. Tirah baring tidak akan mempercepat penyembuhan pasca operasi bahkan menyebabkan  komplikasi penyakit.

Pasca operasi patah tulang wajar masih terasa nyeri dan harus diatasi dengan terapi anti nyeri. Seringkali lansia/keluarga menolak karena kecemasan berlebihan akan ketergantungan obat. Hal ini tentunya telah diantisipasi dan dimengerti  oleh tim dokter. Ada juga lansia merasa kurang percaya diri lagi setelah jatuh, karena takut terjatuh lagi. Rehabilitasi medis (fisioterapi) memegang peranan sangat penting  setelah operasi. Lansia harus mulai latihan gerak meskipun masih terasa nyeri ataupun  kurang nyaman bergerak karena menggunakan tongkat. Pendampingan dan dukungan keluarga sangat dibutuhkan dan membantu,  terutama setelah sembuh dari operasi dan kembali ke rumah. Tim medis RS kami pada umumnya akan memberikan  bimbingan kepada pendamping lansia sebelum pasien dipulangkan dan anjuran untuk mempersiapkan lingkungan rumah yang ramah lansia.

Kami harap Anda sehat senantiasa.

Dapatkan info kesehatan RS St. Carolus di Harian KOMPAS setiap hari Minggu