BERITA & ARTIKEL - KEGIATAN & PROMOSI

ST. CAROLUS BERITA & ARTIKEL

Perawatan Paliatif

oleh : dr. Veronica E.A.A Felnditi, MARS dan dr. Yefta Daniel Bastian, SpKFR

Post on 18 July, 2018

Perawatan paliatif adalah perawatan pada seorang pasien dan keluarganya yang memiliki penyakit yang tidak dapat disembuhkan dengan cara memaksimalkan kualitas hidup pasien serta mengurangi gejala yang mengganggu, mengurangi nyeri dengan memperhatikan aspek psikologis dan spiritual. Perawatan ini juga menyediakan sistem pendukung untuk menolong keluarga pasien menghadapi kematian dari anggota  keluarga yang dicintai sampai pada proses perkabungan. Dimulai sejak penyakit terdiagnosis.

Perawatan paliatif adalah perawatan kesehatan terpadu yang bersifat aktif dan menyeluruh, dengan pendekatan multidisiplin yang terintegrasi antara dokter, perawat, terapis, petugas sosial-medis, psikolog, rohaniwan, relawan, dan profesi lain yang diperlukan.

Latar belakang perlunya perawatan  paliatif  adalah karena meningkatnya jumlah  pasien dengan penyakit yang belum dapat disembuhkan baik pada dewasa dan anak seperti  penyakit kanker, penyakit degeneratif,  penyakit paru obstruktif  kronis, cystic fibrosis, stroke, parkinson, gagal jantung (heart failure), penyakit genetika dan penyakit infeksi seperti HIV/AIDS yang memerlukan perawatan paliatif, di samping kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Tujuan perawatan paliatif untuk mengurangi  penderitaan  pasien, meningkatkan  kualitas hidupnya, juga memberikan support kepada keluarganya. Jadi, tujuan utama perawatan paliatif bukan untuk menyembuhkan penyakit dan yang ditangani bukan hanya penderita,  tetapi juga keluarganya. Meski pada akhirya pasien meninggal, yang terpenting sebelum meninggal dia sudah siap secara psikologis dan spiritual, serta tidak stres menghadapi penyakit yang dideritanya.

Kualitas hidup pasien adalah keadaan pasien yang dipersepsikan sesuai konteks budaya dan sistem nilai yang dianutnya, termasuk tujuan hidup, harapan, dan niatnya.

Dimensi dari kualitas hidup menurut  Jennifer J. Clinch, Deborah Dudgeeon dan Harvey Schipper adalah kemampuan fisik dan fungsional dalam beraktivitas, kesejahteraan keluarga, ketenangan spiritual, fungsi sosial, kepuasan terhadap pengobatan (termasuk masalah keuangan), orientasi masa depan, kehidupan seksual, termasuk gambaran terhadap diri sendiri dan fungsi dalam bekerja.

Prinsip-prinsip Perawatan Paliatif adalah menghargai setiap kehidupan, menganggap kematian sebagai proses yang normal, tidak mempercepat atau menunda kematian, menghargai keinginan pasien dalam mengambil keputusan, menghilangkan nyeri dan keluhan lain yang mengganggu, mengintegrasikan aspek psikologis, sosial, dan spiritual dalam perawatan pasien dan keluarga, menghindari tindakan medis yang sia-sia, memberikan dukungan yang diperlukan agar pasien tetap aktif sesuai dengan kondisinya sampai akhir hayat, memberikan dukungan kepada keluarga dalam masa duka cita.

Tenaga kesehatan yang berorientasi  pada Paliatif harus memliki sikap peduli terhadap pasien (empati), menganggap pasien sebagai seorang individu karena setiap pasien adalah unik, mempertimbangkan budaya pasien seperti faktor etnis, ras, agama, dan faktor budaya lainnya yang bisa mempengaruhi penderitaan pasien. Persetujuan dari pasien dan/atau keluarganya adalah mutlak diperlukan sebelum perawatan dimulai. Pasien dapat memilih tempat dilakukannya perawatan. Misalnya pasien dengan penyakit terminal  dapat meminta untuk diberi perawatan di rumah sehingga dapat diberikan pelayanan kunjungan rumah. Dalam hal ini RS St. Carolus mempunyai Unit Pelayanan Kesehatan di Rumah (PKR). Dalam pelayanan ini, perawat akan datang ke rumah pasien secara berkala untuk memberikan  tindakan yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pasien. Keluarga dapat diajari cara merawat pasien di rumah. Dengan kata lain, kualitas pelayanan yang diberikan tidak berbeda dengan perawatan di rumah sakit, hanya tempatnya yang berbeda, yaitu di rumah yang nyaman untuk pasien.

Bila perlu pasien juga dapat dirawat di rumah sakit untuk pasien yang harus mendapatkan perawatan dan tindakan khusus misalnya penanganan nyeri; RS St. Carolus juga memiliki Tim Manajemen Nyeri Terpadu untuk dapat menangani nyeri yang sulit ditanggulangi dengan pengobatan biasa.

Kami harap Anda sehat senantiasa.

Dapatkan info kesehatan RS St. Carolus di Harian KOMPAS setiap hari Minggu