Bisakah Hidup Normal Jika Terdiagnosis Kanker Prostat?

Ditinjau oleh : dr. Fransiskus Xaverius Rinaldi

Menurut data dari Global Burden of Cancer Study (Globocan) 2022, 13.130 atau 7 persen kasus kanker baru di Indonesia adalah kanker prostat. Meski persentasenya relatif kecil, penyakit ini menduduki urutan ke-5 sebagai penyumbang kasus kanker baru pada laki-laki di Indonesia dan memiliki persentase angka kematian sebesar 2 persen. Lantas, bagaimanakah cara pasien kanker prostat dapat hidup normal? Temukan jawabannya dalam kelanjutan artikel ini.

Mengenal Kanker Prostat

Kanker prostat adalah kanker yang berkembang di prostat, yaitu kelenjar kecil seperti kenari yang terletak di bawah kandung kemih dan di depan rektum. Kelenjar kecil ini bertugas untuk memproduksi cairan yang bercampur dengan sperma serta menjaga kesehatan sperma untuk pembuahan dan kehamilan.

Seperti penyakit kanker lainnya, kanker prostat terbentuk ketika sel-sel membelah lebih cepat dari biasanya dan berkembang menjadi tumor ganas. Adapun faktor risiko yang menyebabkan perkembangan sel-sel kanker ini adalah:

  • berusia di atas 50 tahun, 
  • memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker prostat, dan
  • genetika (mewarisi gen mutasi).

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa kebiasaan merokok, mengalami prostatitis, memiliki indeks massa tubuh lebih dari 30, juga infeksi menular seksual dapat menjadi penyebab kanker prostat.

Metode Pengobatan Kanker Prostat

Pengobatan kanker prostat bergantung pada ukuran, letak, dan kecepatan pertumbuhan kanker. Dokter juga akan mempertimbangkan kesehatan pasien secara keseluruhan dan preferensi pengobatan yang ingin dilakukan pasien. Selain itu, pemeriksaan tambahan meliputi tes darah rutin, tes pencitraan, dan biopsi prostat akan dilakukan guna menentukan strategi pengobatan. Berikut adalah beberapa metode pengobatan umum kanker prostat:

Operasi atau pembedahan

Operasi atau bedah kanker akan mengangkat prostat. Prosedur bernama prostatectomy ini dilakukan ketika kanker hanya terdapat di prostat, untuk mengobati kanker yang tumbuh lebih besar, atau untuk kanker yang telah menyebar ke kelenjar getah bening.

Radiasi sinar eksternal

Radiasi sinar eksternal mengobati kanker prostat yang hanya terdapat di prostat atau untuk kanker prostat berukuran kecil. Metode ini juga biasa direkomendasikan pada pasien kanker prostat yang sudah melakukan operasi untuk membunuh sel kanker yang mungkin masih tersisa atau pada pasien kanker prostat yang kankernya sudah menyebar ke bagian tubuh lain.

Terapi ablasi

Terapi ablasi menghancurkan sel kanker langsung pada tumpukan selnya. Terapi ini dapat menggunakan suhu dingin (cryoablation) ataupun suhu panas (high-intensity focused ultrasound) untuk merusak sel kanker.

Terapi hormon

Terapi hormon menghentikan produksi hormon testosteron atau mencegah testosteron mencapai sel-sel kanker prostat. Testosteron merupakan hormon yang membantu pertumbuhan sel-sel kanker prostat.

Kemoterapi

Kemoterapi mengandalkan obat-obatan keras untuk mengobati kanker prostat stadium lanjut yang telah menyebar ke kelenjar getah bening atau bagian lain tubuh. Metode ini juga membantu mengobati kanker prostat stadium lanjut yang tidak bisa diatasi dengan terapi hormon.

Cara Hidup Normal dan Sehat untuk Pasien Kanker Prostat

Mengidap kanker prostat mungkin akan mengubah sedikit hidup Anda. Akan tetapi, kondisi tersebut, terutama jika sudah terdeteksi dan diobati sejak awal, dapat Anda kelola dengan menerapkan beberapa tips hidup sehat berikut:

  • Berkonsultasi dengan dokter. Rutin berkonsultasi dengan dokter tentang kondisi Anda akan membantu Anda mendapatkan informasi gejala ataupun hal-hal apa saja yang perlu Anda waspadai agar kanker tidak kembali atau memburuk.
  • Berolahraga secara teratur. Selain konsultasi, berolahraga secara teratur dapat memperpanjang usia dan kesehatan pasien kanker prostat yang sedang atau telah melakukan pengobatan kanker prostat.
  • Mengonsumsi makanan sehat. Mengonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur akan membantu menjaga sistem kekebalan tubuh Anda dan mengurangi risiko kanker.
  • Menjaga berat badan ideal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa obesitas (kelebihan berat badan) dapat mengurangi peluang pasien kanker prostat pulih setelah pengobatan. Maka dari itu, menjaga berat badan ideal penting Anda lakukan jika sudah terdiagnosis atau sedang melakukan pengobatan kanker prostat.
  • Mengelola stres. Mengelola stres juga dapat menurunkan risiko perburukan kanker prostat. Maka, Anda dapat melakukan latihan relaksasi, mediatasi, atau bentuk latihan lainnya untuk mengelola stres.
  • Mencukupkan waktu istirahat. Istirahat yang cukup akan membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda, sehingga infeksi penyebab kanker dapat dilawan. Untuk itu, cukupkanlah waktu tidur malam Anda minimal 7 jam per hari. 
  • Mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol. Penelitian menunjukkan bahwa meminum dua gelas atau lebih minuman alkohol dalam sehari dapat meningkatkan peluang kanker prostat. Karena itu, Anda perlu mengurangi atau menghentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol agar Anda terus sehat. 

Hidup Normal sebagai Pasien Kanker Prostat

Berdasarkan penjelasan di atas, orang dengan kanker prostat sangat mungkin kembali hidup normal, terutama jika stadium kanker prostat masih awal dan sudah diobati sejak dini. Banyaknya metode pengobatan serta tips hidup sehat yang mudah diterapkan untuk mendukung hidup setelah terdiagnosis kanker prostat juga menjadi faktor peningkatan hidup normal sebagai pasien kanker prostat.

Apabila Anda memerlukan sesi konsultasi atau mengetahui lebih detail tentang gejala kanker prostat, Anda dapat mengunjungi RS St. Carolus untuk bertatap muka langsung dengan dokter spesialis kami.  

RS Carolus juga memiliki St. Carolus Uronephrology Center yang dapat menangani masalah pada prostat, ginjal, hingga saluran kemih secara keseluruhan. Layanan St. Carolus Uronephrology Center didukung oleh Instalasi Dialisis Benedictus dan dokter spesialis berpengalaman untuk mengatasi berbagai keluhan dan masalah pasien terkait prostat, ginjal, dan saluran kemih.

Ditinjau oleh : dr. Fransiskus Xaverius Rinaldi

Share

Kategori

Layer_1(11)
Reservasi
 
Scroll to Top