Fakta dan Mitos tentang Katarak (Bagian 1)

oleh: dr. Hisar Daniel, SpM

ANGKA kebutaan akibat katarak di Indonesia masih tinggi. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013 menunjukkan, 5 persen penduduk Indonesia mengalami katarak. Hal ini ditegaskan pula oleh Ketua Pengurus Pusat Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dr. Muhamad Sidik SpM(K) bahwa saat ini ada sekitar 1 juta orang penduduk Indonesia buta karena katarak.

Hasil Riskesdas 2013 menjelaskan bahwa sebagian besar penduduk dengan katarak di Indonesia belum menjalani operasi katarak karena faktor ketidaktahuan penderita mengenai penyakit katarak yang dideritanya, dan kurangnya pemahaman bahwa buta katarak bisa dioperasi/direhabilitasi. Alasan lain penderita katarak belum dioperasi adalah karena tidak dapat membiayai operasinya. Saat ini pemerintah sudah menyediakan Jaminan Kesehatan Nasional yang membiayai operasi katarak.

Apa yang terjadi pada mata katarak?

Katarak menyebabkan lensa mata buram sehingga tidak dapat melihat dengan jelas. Normalnya, di dalam mata manusia terdapat lensa jernih yang berfungsi untuk membiaskan cahaya yang datang dari luar ke arah mata sehingga kita dapat melihat suatu obyek. Lensa ini harus bersih agar dapat melihat dengan normal dan jelas.

Saat orang dengan katarak melihat sebuah obyek, obyek tersebut akan terlihat buram atau terlihat dobel, mata sensitif terhadap cahaya atau mudah kesilauan, kesulitan melihat dengan baik pada malam hari, membutuhkan cahaya ketika membaca dan melihat warna-warna menjadi pudar atau kekuningan.  Gejala ini tidak terjadi sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Bisa saja tadinya Anda tidak merasakan gejala sama sekali, lalu ada sedikit gangguan penglihatan dan akhirnya terjadi katarak. Pada sebagian besar kasus, katarak akan terus berkembang dan mengganggu fungsi penglihatan.

Penyakit katarak biasanya disebabkan proses penuaan walaupun bisa juga tidak. Katarak bisa saja muncul saat bayi atau karena cedera mata. Pada usia 40- an, terjadi proses kerusakan protein di lensa dan membuat lensa menjadi keruh. Setelah usia 60-an, kekeruhan lensa ini menjadi semakin jelas dan gangguan penglihatan dapat terjadi beberapa tahun setelahnya.

Selain karena usia yang makin lanjut, ada beberapa faktor risiko yang juga memengaruhi terjadinya katarak, seperti riwayat keluarga yang pernah menderita katarak, mengalami operasi mata atau menjalani terapi radiasi pada bagian atas tubuh, terpapar sinar matahari dalam waktu yang lama, mengonsumsi obat- obatan tertentu, dan mempunyai kondisi medis lainnya.

Biasanya katarak berkembang secara perlahan. Namun, ada keadaan yang membuat katarak lebih cepat terjadi dan mengganggu penglihatan, di antaranya penyakit diabetes dan mulainya katarak pada usia muda. Namun, sampai saat ini belum diketahui secara pasti seberapa cepat katarak yang berkembang.

Cara mencegah katarak

Berita baiknya ternyata ada beberapa cara dan gaya hidup untuk memperlambat terjadinya katarak. Gunakanlah kacamata hitam untuk melindungi mata Anda dari cahaya ultraviolet (UV) yang dapat merusak protein pada lensa mata. Ini cara terbaik menunda terjadinya katarak. Berhenti merokok terdengar tidak ada hubungannya dengan kesehatan mata. Hal ini karena merokok biasanya dikaitkan dengan penyakit paru. Ternyata merokok dapat menimbulkan radikal bebas dan membahayakan sel-sel pada mata. Rokok juga memproduksi racun yang dapat memperburuk bahkan mempercepat terjadinya katarak. Para penderita diabetes memang harus rajin memeriksa kadar gula darahnya, akibatnya mereka menjadi lebih waspada terhadap katarak dibanding orang yang tidak menderita diabetes. Tapi, jangan sampai kelolosan untuk tetap mengecek kadar gula meskipun Anda merasa normal. [bersambung]

Layer_1(11)
Reservasi
Layer_1(11)
Reservasi
Scroll to Top
Chat WhatsApp
1
Butuh Bantuan?
Halo Sahabat Sehat Carolus 🥰

Terima kasih atas kepercayaannya terhadap RS St. Carolus. Kami selalu berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang berkualitas, dokter & tenaga medis profesional serta, fasilitas lengkap & canggih.