Dalam sistem pencernaan, enzim berfungsi sebagai pengurai makanan menjadi molekul sederhana, sehingga tubuh dapat menyerapnya dengan optimal. Proses ini tidak hanya memudahkan penyerapan nutrien, tetapi juga memastikan zat gizi seperti protein, lemak, dan karbohidrat tersedia dalam bentuk yang siap digunakan oleh sel tubuh.
Salah satu enzim yang berperan dalam memecah makanan, terutama makanan protein, adalah enzim tripsin. Enzim ini bekerja dengan cara memutus ikatan peptida pada protein menjadi peptida yang lebih kecil dan asam amino, sehingga dapat melancarkan penyerapan nutrien di usus halus. Kekurangan enzim ini dapat memicu beberapa gangguan kesehatan.
Yuk, cari tahu lebih lengkap tentang enzim tripsin dan gangguan kesehatan yang dapat ditimbulkan ketika kekurangan enzim tripsin di artikel ini!
Mengenal Enzim Tripsin
Tripsin adalah enzim pencernaan yang diproduksi oleh pankreas dan berperan dalam memecah protein yang masuk ke dalam tubuh. Di usus kecil, enzim ini membantu mengurai protein menjadi molekul yang lebih sederhana untuk menunjang proses di pencernaan. enzim tripsin termasuk ke dalam enzim proteolitik karena berfungsi untuk memecah protein.
Di pankreas, tripsin tidak aktif atau dikenal dengan nama tripsinogen. Setelah bergerak ke usus halus, tripsinogen kemudian diaktifkan menjadi tripsin. Ketika sudah aktif, tripsin bekerja sama dengan enzim pencernaan lainnya, seperti kimotripsin dan pepsin, untuk mengurai protein dalam makanan menjadi asam amino dan peptida.
Proses ini sangat penting karena asam amino merupakan komponen dasar penyusun protein yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh, seperti memperbaiki jaringan seperti tulang, otot, kulit, dan darah; meningkatkan pertumbuhan otot; menghasilkan hormon, dan lainnya.
Gangguan Kesehatan karena Kekurangan Enzim Tripsin
Seperti diketahui, enzim tripsin sangat berperan penting dalam pengurai protein yang masuk ke dalam tubuh. Oleh sebab itu, ketika tubuh kekurangan enzim ini, maka dapat menimbulkan beberapa gangguan kesehatan, misalnya:
Pankreatitis
Peradangan pada pankreas yang berkembang secara tiba-tiba maupun berlangsung dalam jangka panjang. Peradangan yang muncul secara mendadak ini, biasanya hanya terjadi selama beberapa hari atau dikenal dengan pankreatitis akut. Sedangkan, untuk peradangan yang terjadi berulang atau menetap selama bertahun-tahun disebut dengan pankreatitis kronis.
Beberapa gejala yang dapat ditimbulkan karena peradangan di bagian pankreas ini, antara lain:
- Pankreatitis akut: peningkatan denyut nadi, demam, mual dan muntah, nyeri perut setelah makan, serta nyeri hebat di perut bagian atas yang menjalar ke punggung.
- Pankreatitis kronis: feses berminyak, berat badan turun meskipun tidak melakukan diet, dan nyeri menetap di perut bagian atas.
Malabsorpsi Makanan
Terjadi ketika pankreas tidak mampu menghasilkan enzim tripsin dalam jumlah yang cukup, sehingga menyebabkan saluran pencernaan tidak mampu mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan dengan baik. Beberapa gejala yang ditimbulkan karena malabsorpsi makanan, seperti berat badan turun, kulit bersisik, muncul ruam, sering kentut, perut kembung, feses berminyak, dan diare kronis.
Gangguan Pencernaan
Sama halnya dengan malabsorpsi makanan, gangguan pencernaan terjadi karena pankreas tidak menghasilkan enzim pencernaan dalam jumlah cukup. Gejala yang ditimbulkan akibat kondisi ini, misalnya tinja berwarna pucat, berminyak, berukuran besar, berat badan turun, nyeri tulang, perut kembung, bengkak di beberapa bagian tubuh, dan sebagainya.
Fibrosis kistik
Fibrosis kistik merupakan penyakit genetik yang menyebabkan gangguan fungsi berbagai organ, termasuk pankreas. Kondisi ini dapat menghambat produksi enzim pencernaan sehingga tubuh tidak mampu menyerap nutrisi secara optimal. Beberapa gejalanya meliputi berat badan turun, diare kronis, mual dan muntah, rentan mengalami gangguan empedu, penyakit hati, dan lainnya.
Tips Mencegah Kekurangan Enzim Tripsin
Nah, agar tubuh tidak kekurangan enzim tripsin, ada beberapa tips yang mungkin bisa diterapkan untuk mencegahnya. Apa saja? Cek di sini!
- Tidak konsumsi minuman keras atau beralkohol,
- Hindari paparan asap rokok dan sebaiknya tidak merokok,
- Cukupi asupan cairan tubuh minimal 8 gelas atau 2 liter air per hari,
- Menjalani pola hidup sehat dengan konsumsi makanan rendah lemak,
- Rutin olahraga minimal tiga kali seminggu dengan durasi 15-30 menit.
Demikian penjelasan mengenai enzim tripsin dan gangguan yang ditimbulkan ketika tubuh kekurangan enzim tripsin. Lalu, kapan sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter? Pemeriksaan dapat dilakukan bila Anda merasakan beberapa gejala yang disebutkan di atas. Anda bisa melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit St. Carolus yang memiliki layanan St. Carolus Digestive Center.
Pusat Digestif St. Carolus menyediakan pelayanan komprehensif untuk pasien yang memiliki penyakit di saluran cerna, hati, dan pankreas. Pemeriksaan pasien dilakukan secara multidisiplin oleh dokter yang telah berpengalaman seperti dokter spesialis bedah digestif, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi, dan lain-lain.
Semoga lekas membaik, ya!

