Kista, Tumor, dan Kanker: Kenali Perbedaannya

Ditinjau oleh : dr. Fransiskus Xaverius Rinaldi

Kista, tumor, dan otak adalah tiga penyakit berbeda. Meskipun begitu, ketiganya bisa saling berhubungan satu sama lain. Selain itu, sifat kista dan tumor yang bisa membesar membuat banyak orang sering tidak memahami perbedaan keduanya. Untuk lebih memahaminya, berikut ini adalah perbedaan dari kista, tumor, dan kanker.

Kista

Kista adalah kantong yang berisi udara, cairan, dan material lain yang tumbuh pada bagian tubuh tertentu. Kista tidak bersifat kanker dan bisa tumbuh pada semua bagian tubuh, baik otak, organ, maupun jaringan tubuh.

Kista pada umumnya terbentuk akibat adanya penyumbatan pada saluran atau kelenjar yang berfungsi mengalirkan cairan di dalam tubuh. Sumbatan ini akan menyebabkan infeksi pada saluran maupun organ dan jaringan lain di sekitarnya. Hal inilah yang akan menyebabkan tumbuhnya kista.

Selain itu, kista juga bisa terbentuk akibat beberapa faktor lainnya, seperti:

  • Genetika.
  • Peradangan kronis.
  • Penyakit keturunan.

Kista memiliki banyak jenis, tergantung pada lokasi tumbuhnya kista. Beberapa di antaranya yaitu:

  • Kista ovarium: tumbuh pada ovarium akibat adanya kegagalan pelepasan sel telur oleh folikel.
  • Kista payudara: tumbuh pada payudara dan biasanya membesar sebelum menstruasi.
  • Kista araknoid: tumbuh pada otak dan berisi cairan otak.
  • Kista dermoid: tumbuh pada bagian tubuh mana pun karena adanya kelainan pada struktur kulit saat perkembangan embrio.

Selain beberapa kista yang telah disebutkan, masih banyak lagi jenis kista lainnya tergantung pada lokasi keberadaannya.

Tumor

Tumor adalah pertumbuhan sel abnormal yang menyebabkan munculnya pembengkakan atau benjolan pada bagian tubuh tertentu dan memengaruhi jaringan, sel, serta organ di sekitarnya. Dalam kondisi normal, tubuh akan selalu melakukan regenerasi sel, yaitu ketika sel mati digantikan secara otomatis oleh sel yang baru. Pada penderita tumor, proses regenerasi sel mengalami masalah, bisa karena sel yang telah mati tidak menghilang maupun proses pertumbuhan sel baru terjadi terlalu cepat, sehingga menyebabkan penumpukan sel dalam tubuh. Sebenarnya semua orang bisa saja mengalami tumor, tetapi ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risikonya, yaitu:

  • Faktor genetik.
  • Memiliki keluarga sedarah dengan riwayat kanker.
  • Orang yang merokok.
  • Orang yang menjadi perokok pasif.
  • Orang dengan obesitas.

Berdasarkan sifatnya, tumor dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Tumor Jinak

Tumor jinak adalah tumor yang cenderung tidak berbahaya karena tidak menyebar ke sel, jaringan, maupun organ tubuh lainnya. Terkadang tumor ini bahkan bisa diobati tanpa perlu proses pengangkatan. Namun, ketika tumor terus membesar dan mulai menekan sel, jaringan, atau organ di sekitarnya, tumor ini membutuhkan penanganan lebih lanjut.

2. Tumor Prakanker

Tumor prakanker adalah tumor yang membutuhkan perhatian khusus karena dapat berkembang menjadi kanker jika tidak ditangani secepatnya. Tumor ini terjadi ketika sel abnormal dalam tubuh terus membelah dengan cepat, sehingga pertumbuhannya menjadi berlebih.

3. Tumor Ganas

Tumor ganas adalah tumor yang bersifat kanker dan bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya, sehingga menimbulkan tumbuhnya tumor baru pada sel, jaringan, maupun organ lain. 

Kanker

Kanker adalah penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan sel tidak normal dan menekan sel-sel normal dalam tubuh. Kanker juga bisa menyerang bagian tubuh mana pun, seperti otak, sel darah, alat kelamin, kulit, dan mulut.

Kanker bisa terjadi akibat beberapa hal, yaitu:

  • Perubahan gen: adanya mutasi genetik yang terjadi akibat bawaan dari orang tua, sehingga terjadinya pertumbuhan sel abnormal.
  • Pertumbuhan sel secara tidak terkendali: sel kanker dalam tubuh terus membelah diri dan tumbuh hingga mendesak sel yang sehat.
  • Tumor: penderita tumor ganas mungkin mengalami metastasis, yaitu menyebarkan sel kanker ke bagian tubuh lainnya.

Kanker dapat menyebar ke bagian lain dalam waktu singkat maupun cepat, tergantung pada jenisnya. Namun, semakin cepat penyebaran kanker maka proses pengobatannya juga harus dilakukan dengan lebih intensif.

Summary: Beda Kista, Tumor, dan Kanker

Berdasarkan informasi di atas, meskipun kista, tumor, dan kanker memiliki beberapa persamaan, tetapi ketiganya adalah penyakit yang berbeda. Untuk memudahkan Anda memahaminya, berikut adalah ringkasan perbedaan ketiganya:

 

Kista Tumor Kanker
Penyebab Penyumbatan saluran yang menyebabkan munculnya kantong berisi cairan, udara, maupun jaringan. Pembengkakan atau benjolan akibat pertumbuhan sel abnormal. Pertumbuhan sel abnormal secara cepat dan menekan sel sehat dalam tubuh.
Sifat Jinak. Ada yang jinak dan ganas. Ganas.
Penyebaran Tidak menyebar. Tumor jinak tidak menyebar tetapi tumor ganas dapat menyebar dan bersifat kanker. Dapat menyebar ke bagian tubuh lain.
Risiko penyakit datang kembali Bisa kembali jika masih ada jaringan kista yang tertinggal Tumor jinak bisa kembali tetapi umumnya berada di lokasi yang berbeda. Tumor ganas yang bersifat kanker berisiko lebih tinggi untuk muncul kembali. Risiko rekurensi kanker tetap ada meskipun sudah puluhan tahun.

Itulah berbagai perbedaan antara kista, tumor, dan kanker. Jika Anda memiliki keluarga dengan riwayat penyakit kista, tumor, atau kanker, ada baiknya jika melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, karena ketiga penyakit ini rentan terjadi akibat faktor genetik.

Anda bisa memeriksakan diri ke spesialis bedah onkologi di Rumah Sakit St. Carolus. Pemeriksaan dan deteksi dini atas penyakit tersebut dapat meningkatkan harapan hidup Anda, terutama jika penyakit yang terdeteksi adalah kanker. Segera hubungi kami untuk melakukan pendaftaran pasien untuk mendapatkan pemeriksaan secepatnya.

Ditinjau oleh : dr. Fransiskus Xaverius Rinaldi

Share

Kategori

Layer_1(11)
Reservasi
 

You cannot copy content of this page

Scroll to Top