Lima Penanganan Pertama pada Sakit Pinggang

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ifran Saleh, SpOT(K)Spine dan dr. Maria Florencia Deslivia, SpOT, PhD

PADA tulisan-tulisan sebelumnya, kita telah membahas strategi pencegahan agar tulang belakang tetap sehat pada usia senja. Namun, apa yang dapat dilakukan apabila sakit punggung tetap menghampiri walau kita sudah menjaga postur tubuh, olahraga rutin, hingga menjaga nutrisi? Pada sakit punggung akut maupun hilang-timbul pada kondisi yang bersifat menahun, ada lima penanganan pertama yang dapat dilakukan. 

  1. Poin pertama adalah waktu. Pada kebanyakan kasus, sakit punggung akan sembuh sendiri seiring waktu, bersama dengan menghilangnya peradangan di fase akut. Bagaimanapun, jika terdapat “tanda bahaya”, seperti demam, riwayat tumor, atau kehilangan fungsi buang air kecil dan buang air besar, wajib untuk segera memeriksakan diri.
  2. Poin kedua yakni kompres dingin dan panas. Kompres dingin bermanfaat pada fase akut karena dapat menumpulkan rasa nyeri dan meredakan radang pada jaringan. Setelah fase akut lewat dan sel-sel tubuh mulai menyembuhkan diri, kompres panas akan lebih membantu karena dapat melancarkan aliran darah ke area yang terluka.
  3. Selanjutnya, penggunaan antinyeri sesuai indikasi. Antinyeri dapat membantu mengurangi gejala tetapi memiliki efek samping pula, seperti nyeri pada lambung sehingga perlu digunakan dengan hati-hati.
  4. Setelah fase akut lewat dan nyeri berkurang, poin keempat yang penting diperhatikan yaitu untuk tetap bergerak. Istirahat total sebaiknya dibatasi karena diam terlalu lama malah akan menjadi “boomerang”.
  5. Poin terakhir adalah peregangan secara bertahap dan penguatan otot. 

Kelima poin ini sangat penting dalam penanganan awal dari nyeri punggung. Namun, saat nyeri semakin parah dan jelas bersumber dari masalah mekanis di tulang belakang, segeralah berkonsultasi dengan ahlinya mengenai kemungkinan pembedahan. 

Ahli bedah akan mengevaluasi kondisi pasien secara komprehensif, termasuk melakukan pemeriksaan canggih yang diperlukan. Selanjutnya, ia akan mengomunikasikan kaitan antara gejala yang dialami dan kelainan anatomis yang tampak serta berbagai jenis tindakan operatif yang dapat dilakukan untuk menangani masalah tersebut. 

Artikel karya Dr. dr. Ifran Saleh, SpOT(K)Spine dan dr. Maria Florencia Deslivia, SpOT, PhD ini telah terbit di Harian Kompas pada 28 Januari 2024. 

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ifran Saleh, SpOT(K)Spine dan dr. Maria Florencia Deslivia, SpOT, PhD

Share

Kategori

📲 Informasi & Reservasi

Layer_1(11)
Reservasi
 
Scroll to Top