Mari, Mengenal “Retinopathy of Prematurity” (Bagian 1)

Oleh: dr. Timmy Budi Yudhantara, SpM

KEHADIRAN buah hati dalam keluarga dalam keadaan sehat dan sempurna sungguh menjadi dambaan keluarga. Namun, terkadang, karena beberapa keadaan membuat janin tidak lahir dalam usia kehamilan yang normal, keadaan ini yang dikenal lahir prematur. Tentu ada risiko yang bisa dialami oleh bayi yang lahir prematur. Salah satunya, gangguan pertumbuhan retina yang dikenal sebagai retinopathy of prematurity (ROP). Apakah itu ROP dan apakah arti pentingnya? Simak uraian berikut ini.

ROP adalah kondisi cacat mata yang terjadi pada bayi prematur akibat pertumbuhan retina yang belum sempurna. Meskipun demikian, tidak setiap bayi lahir prematur akan mengalami ROP. Bayi prematur dengan ROP derajat ringan bahkan bisa pulih dengan sendirinya seiring pertambahan usia bayi. Namun, yang derajatnya lebih tinggi, ROP bisa menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan dan kelainan di mata yang sifatnya permanen.

Sebuah studi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta mendapatkan prevalensi (angka kejadian) ROP sebesar 11,9 persen pada bayi usia gestasi (kehamilan) <37 minggu dan berat badan lahir <2.000 gram. Prevalensi ROP ditemukan lebih tinggi pada bayi dengan berat badan lahir <= 1.100 gram dan usia kehamilan <= 28 minggu, yaitu 62,2 persen dan 66,6 persen secara berurutan. Berat badan <= 1.000 gram, terapi oksigen >= 7 hari, dan usia kehamilan <= 28 minggu merupakan faktor yang berperan penting dalam kejadian ROP.

Penyebab ROP

Pada usia gestasi memasuki minggu ke-16, pembuluh darah dan jaringan retina janin sudah mulai terbentuk dan semakin berkembang hingga dilahirkan cukup bulan (di atas 38 minggu). Ketika bayi dilahirkan prematur, retina mata bayi belum berkembang dengan sempurna sehingga belum dapat berfungsi dengan baik.

Meskipun demikian penyebab terjadinya hal tersebut masih belum diketahui dengan pasti. Ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan bayi prematur lebih rentan terkena ROP, yaitu lahir kurang dari usia gestasi 32 minggu, berat lahir yang rendah <1.500 gram, adanya kelainan genetik (cacat bawaan yang lain), janin yang terhambat pertumbuhannya dalam rahim, dan terkena infeksi selama dalam kandungan.

Derajat pada ROP

ROP terbagi rnenjadi lima tahap, mulai dari derajat ringan hingga berat. Berikut ini, penjelasannya.

Derajat  I:  Perkembangan pembuluh darah yang abnormal di retina hanya kecil/sedikit, umumnya dapat membaik dengan sendirinya tanpa pengobatan seiring pertambahan usia. Derajat II: Cukup banyak pertumbuhan pembuluh darah yang abnormal di sekitar retina. Umumnya tidak memerlukan pengobatan dan seiring pertambahan usia penglihatannya akan normal. Namun, jika pembuluh yang abnormal makin banyak, akan masuk tahap III. [bersambung]

Layer_1(11)
Reservasi
Layer_1(11)
Reservasi

You cannot copy content of this page

Scroll to Top
Chat WhatsApp
1
Butuh Bantuan?
Halo Sahabat Sehat Carolus 🥰

Terima kasih atas kepercayaannya terhadap RS St. Carolus. Kami selalu berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang berkualitas, dokter & tenaga medis profesional serta, fasilitas lengkap & canggih.