Mengenal Lupus, Penyakit dengan Seribu Wajah (Bagian 2)

Oleh: dr. Adi Surya Komala, SpPD

SELAIN gejala-gejala tersebut, untuk mendiagnosis lupus diperlukan pemeriksaan laboratorium. Ditemukannya antinuclear antibody (ANA), anti-double strand deoxyribonucleic acid (anti-ds DNA), antibodi anti-Smith, maupun antibodi antiphospholipid pada pemeriksaan laboratorium sangat membantu dalam mendiagnosis lupus. Tak hanya pemeriksaan antibodi tersebut, pemeriksaan laboratorium lainnya, seperti nilai sel darah merah, sel darah putih, trombosit, fungsi hati, fungsi ginjal, urine, dan kekentalan darah juga penting untuk menilai adanya keterlibatan organ.

Bagaimanakah pengobatan lupus?

Secara umum hingga saat ini tidak ada pengobatan definitif untuk lupus. Berbagai pengobatan yang ada bertujuan untuk mengurangi keluhan, menghindari kerusakan organ, dan mencegah kekambuhan. Meskipun tidak ada pengobatan definitif, penderita lupus dapat mengalami remisi dan tidak mengalami keluhan selama bertahun-tahun. Untuk mencapai keadaan remisi, diperlukan kombinasi antara pengaturan pola hidup dan terapi pengobatan.

Pengaturan pola hidup antara lain meliputi hal berikut ini.

– Menghindari paparan matahari, terutama di antara pukul 10 pagi hingga 4 sore. Bila akan keluar rumah sebaiknya menggunakan tabir surya dengan nilai sun-protection factor (SPF) lebih dari 50. Selain itu gunakan pula topi, kemeja lengan panjang, dan pakaian yang menutupi kedua kaki.

– Jangan merokok.

– Atur pola makan. Konsumsi diet yang seimbang, dengan komposisi rendah lemak, kaya akan sayuran, buah, dan biji-bijian, serta mengandung daging dan ikan dalam jumlah sedang. Terkadang perlu dilakukan perubahan pola diet bergantung bagaimana lupus memengaruhi kondisi badan.

– Olahraga. Hal ini tentu sulit dilakukan ketika kondisi badan tidak bersahabat (kelelahan otot atau sesak napas). Namun, tidak beraktivitas justru dapat menyebabkan hilangnya kekuatan otot yang dapat berakibat buruk di masa depan. Sedikit gerakan ringan dapat bermanfaat bagi kesehatan.

– Hindari stres emosional. Stres emosional dapat memberikan beban tambahan bagi tubuh, selain dapat menurunkan sistem imun dan memperburuk keluhan. Melakukan kegiatan yang menjadi hobi atau meditasi mungkin dapat membantu meredakan stres.

– Hindari mengonsumsi obat atau suplemen yang tidak perlu, karena bisa saja hal itu justru memperburuk lupus.

Selain pengaturan pola hidup, terdapat beragam terapi pengobatan yang dapat digunakan pada lupus, yang tentunya disesuaikan dengan berat ringannya keluhan dan organ yang terlibat. Pada kasus ringan, terapi dapat berupa obat anti-inflamasi golongan non-steroid ataupun hidroksiklorokuin. Sementara pada kasus berat biasanya memerlukan terapi steroid dosis tinggi dikombinasikan dengan obat imunosupresan.

Konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan terapi yang optimal. Dinyatakan menderita lupus bukan berarti akhir segalanya, melainkan awal dari kehidupan baru untuk lebih bersyukur dan lebih peduli terhadap diri dan lingkungan.

Kami harap Anda sehat senantiasa.

Layer_1(11)
Reservasi
Layer_1(11)
Reservasi

You cannot copy content of this page

Scroll to Top
Chat WhatsApp
1
Butuh Bantuan?
Halo Sahabat Sehat Carolus 🥰

Terima kasih atas kepercayaannya terhadap RS St. Carolus. Kami selalu berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang berkualitas, dokter & tenaga medis profesional serta, fasilitas lengkap & canggih.