LUKA sering terjadi pada kehidupan sehari-hari. Mulai dari luka sederhana, seperti luka lecet akibat jatuh dari sepeda, luka terciprat minyak panas, atau luka gores saat menggunakan pisau. Luka yang dangkal dan tidak luas dapat sembuh dengan sendirinya. Sembuh artinya luka tersebut akan tertutup kulit kembali.
Ada keadaan luka sulit sembuh, bahkan belum menutup hingga berbulan-bulan. Luka demikian ditemukan pada luka yang luas, dalam, ataupun luka kecil, tetapi dialami seseorang yang mengalami gangguan proses penyembuhan luka. Adapun proses penyembuhan luka dibagi menjadi tiga fase.
Fase pertama adalah peradangan, yaitu tubuh berusaha melakukan reaksi terhadap luka yang terjadi.
Fase kedua adalah pertumbuhan, yaitu terjadi pembentukan jaringan yang diperlukan untuk penyembuhan luka antara lain pembuluh darah dan sel kulit.
Fase ketiga adalah fase pematangan, yaitu tubuh melakukan perombakan agar didapat bekas luka yang baik, warnanya mirip dengan kulit normal di sekitarnya.
Keilmuan bedah plastik memiliki salah satu metode untuk menutup luka yang sulit menutup sendiri. Tanam kulit merupakan pengambilan atau cangkok kulit dari suatu area tubuh yang ditanamkan ke area luka. Donor tanam kulit harus dari seseorang yang mengalami luka tersebut agar tidak mengalami reaksi penolakan.
Area yang biasa menjadi donor tergantung dari tebal tipisnya kulit yang akan ditanam. Area wajah memerlukan kualitas kulit yang lebih tebal agar hasilnya lebih baik. Donor untuk prosedur ini biasanya adalah area belakang telinga, area sekitar tulang selangka, lipat perut bagi yang memiliki kulit berlebih pada perut atau lipat paha. Bekas luka pada donor berupa garis jahitan yang samar karena didesain sesuai dengan garis lipatan kulit yang disebut garis Langer.
Bila kulit yang diperlukan luas, dipilih kualitas kulit yang tipis. Donor untuk prosedur ini umumnya adalah paha. Bekas luka pada donor akan sembuh sendiri dan tidak memerlukan jahitan. Setelah beberapa bulan, bekas lukanya akan berwarna pucat yang lambat laun mirip dengan kulit sekitar bila ditangani dengan baik.
Selain tanam kulit, masih banyak prosedur penutupan luka yang ada di keilmuan bedah plastik. Yang terkini adalah penggunaan plasma darah yang berasal dari pasien sendiri atau menggunakan sel punca yang berasal dari tali pusar yang telah diproses secara steril. Telah dalam pengembangan pula kemungkinan penanaman kulit hasil pembiakan sel kulit di laboratorium berstandar khusus. Metode ini memungkinkan penutupan luka yang luas hanya dari kulit berukuran 3×3 cm.
Artikel karya Dr. dr. Ni Made Swantari, MBiomed, SpBP-RE ini telah terbit di Harian Kompas pada 21 Januari 2024.

