Artikel karya Dr. dr. Laurentius Aswin Pramono, SpPD-KEMD ini telah terbit di Harian Kompas pada 24 November 2024.Â

Gambar 1.1 (source : apotekkasihsehat.blogspot.com)
Lima pilar penanganan diabetes melitus harus bisa dicapai oleh semua penyandang diabetes. Akses mendapatkan pengetahuan dan melaksanakan kelimanya bisa membantu pasien diabetes mencapai target kontrol gula yang bagus dan mencegah berbagai komplikasi (dampak buruk) diabetes.Â
Pertama, edukasi yang baik harus bisa didapatkan penyandang diabetes dan keluarga.
Melalui kegiatan promosi kesehatan di komunitas dan pelayanan kesehatan, pasien dan masyarakat bisa memperoleh informasi yang benar mengenai diabetes. Saat ini, media sosial dan media massa punya peran penting dalam mengedukasi masyarakat. Namun, perlu hati-hati memilah informasi agar terhindar dari informasi menyesatkan.Â
Kedua, penyandang diabetes perlu mengetahui dan menjalankan pengaturan pola makan yang benar.
Berbagai jenis diet baru yang menyulitkan atau membuat kualitas hidup penyandang diabetes dan keluarga turun perlu dihindari. Pola makan seimbang (karbohidrat, protein, mineral dan vitamin, dan serat sesuai kampanye “isi piringku”) perlu diketahui masyarakat.Â
Ketiga, masyarakat perlu mendapat pengetahuan untuk beraktivitas jasmani yang baik dan benar.
Saat ini, tidak semua orang memiliki waktu untuk beraktivitas fisik. Melalui kampanye aktivitas jasmani yang tepat, kita bisa mendorong masyarakat untuk gemar beraktivitas fisik, menghindari kegemukan, dan berbagai kondisi dalam sindrom metabolik (diabetes, darah tinggi, kegemukan, kolesterol tinggi). Dampak jangka panjang seperti penyakit jantung koroner, stroke, penyakit sumbatan pembuluh darah kaki, gagal ginjal, dan kanker juga ikut berkurang.Â
Keempat, obat-obat diabetes perlu disediakan dan lebih terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, baik yang berobat di puskesmas maupun rumah sakit.
Akses terhadap obat-obat diabetes yang memadai, mulai dari obat tablet hingga insulin perlu disokong pemerintah. Keterjangkauan obat-obat ini akan memperbaiki kontrol gula penyandang diabetes secara umum.Â
Kelima, tersedianya akses penyandang diabetes terhadap pemeriksaan gula darah secara rutin, baik di pelayanan kesehatan maupun pengecekan gula darah mandiri.
Pemantauan gula akan menghasilkan kontrol gula yang lebih baik.Â
Kenyamanan hidup penyandang diabetes bisa dicapai bila kelima pilar ini terwujud bagi pasien, keluarga, dan komunitas secara luas. Hidup nyaman, sehat, bahagia bagi penyandang diabetes adalah tugas kita bersama untuk mewujudkannya. Semoga kita senantiasa sehat.Â

