
Gambar 1.1 (source : worksheetshq.com)
Sebagai ortodontis, saya tak hanya fokus pada estetika gigi, tapi juga kesehatan mulut secara keseluruhan. Saat memeriksa pasien, saya sering menemukan kondisi yang mengindikasikan adanya penyakit sistemik pada pasien. Hal ini dimungkinkan karena rongga mulut merupakan jendela kesehatan tubuh.
Banyak penyakit sistemik yang awalnya tak menunjukkan gejala spesifik sehingga sering kali terdeteksi dini melalui kelainan di mulut. Contohnya, diabetes. Pengidap diabetes dapat mengalami pembengkakan gusi secara menyeluruh, mulut kering, dan bahkan bau mulut pada kasus yang parah.
Pada kasus yang lain, adanya alergi pada bahan kosmetik (misalnya pasta gigi) atau makanan, dan bahkan pada level yang lebih ganas, misalnya kanker darah, dapat terdeteksi dari sariawan yang tidak kunjung sembuh setelah dilakukan terapi, baik terapi rumahan maupun medis.
Sariawan pada umumnya bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan yang khusus. Namun, ada jenis sariawan yang disebabkan oleh iritasi tertentu, misalnya tergigit atau posisi gigi yang tidak baik, trauma sikat gigi, dan orthodontic braces.
Hal lain yang perlu diperhatikan tentang sariawan adalah letak sariawan. Apabila letak sariawan tidak berdekatan dengan penyebab iritasi (gusi di pipi, bibir dalam, dan tepi-tepi lidah), maka ada kemungkinan sariawan menjadi penanda gangguan lain yang lebih serius.
Lidah adalah organ yang sering diabaikan, padahal di sana ada banyak saraf. Karena tekstur lidah yang tidak rata, area ini menjadi tempat berkumpulnya sisa makanan. Oleh karena itu, lidah harus rutin dibersihkan berbarengan dengan rutinitas menyikat gigi.
Sebenarnya, kegiatan membersihkan lidah ini dapat membuat kita lebih awas terhadap perubahan yang terjadi pada lidah. Yang perlu diperhatikan adalah bentuk, warna, dan tekstur permukaan lidah. Apabila tiba-tiba ada pembesaran atau jejak-jejak tergigit pada sudut lidah, segera periksakan ke ahli penyakit mulut karena iritasi berulang seperti itu, bisa menjadi pemicu terjadinya kanker mulut.
Penyakit menular seksual (PMS) stadium awal juga memiliki manifestasi yang khas di rongga mulut. Salah satunya, penyakit sifilis yang ditandai dengan ceruk seperti sariawan di langit-langit mulut, tetapi ukurannya lebih besar dan dalam, tidak menimbulkan rasa sakit.
“Sariawan” ini disebut chancre. Walaupun terlihat di fase awal penyakit, tahap ini justru yang sangat menular. Pasien biasanya juga belum menyadari bahwa dia terjangkit penyakit penular itu. Namun, karena fitur chancre sangat khas, seharusnya pasien akan mengetahui adanya anomali di langit-langit mulutnya.
Artikel karya drg. Luciana, SpORT ini telah terbit di Harian Kompas pada 26 Mei 2024.

