SENYUM menjadi fitur pembeda yang memberikan tampilan khas pada wajah. Terletak di sepertiga area wajah bawah yang tersusun dari pertemuan otot yang kompleks. Oleh karena itu, tarikan otot pada masing-masing orang pada saat tersenyum akan sangat beragam.
Selain fungsi estetika dan kekhasan wajah, ternyata beberapa kelainan pada area rahang, gigi, dan mulut bisa dideteksi dari senyum seseorang. Kelainan tersebut meliputi gigi yang tidak simetris, rahang yang maju (baik rahang atas maupun bawah), senyum gusi, dan lain-lain. Evaluasi mandiri, bisa membantu dokter untuk mengetahui concern pasien terhadap senyum yang dimilikinya dan koreksi yang akan dilakukan.
Berikut ini, lima komponen utama senyum dan panduan untuk mengevaluasinya. Di depan cermin, regangkan dulu otot bibir dengan menggembungkan bibir, tahan 10 detik, lalu kempiskan. Lakukan gerakan ini sebanyak 5 kali, lalu tersenyum.
- Perhatikan susunan gigi depan. Susunannya rapi atau ada yang berjejal? Bila berjejal, ada berapa jumlah gigi yang berada di luar jalur? Lebih dari 2 (untuk gigi atas), disertai dengan jejal 3 gigi untuk gigi bawah, sudah termasuk kelainan yang perlu perawatan oleh ortodontis.
- Perhatikan warna 6 gigi depan (dari taring ke taring). Warna gigi tidak perlu seputih salju. Yang perlu diperhatikan adalah bila warna 6 gigi depan ini tidak sama tone warnanya. Misalnya, gigi seri (terletak di tengah) berwarna putih, sebelahnya abu-abu, dan gigi taringnya kuning dalam hue atau kedalaman warna yang sangat kontras. Perbedaan warna seperti ini mengganggu saat tersenyum.
- Ukur porsi gusi yang terlihat saat tersenyum. Pada saat tersenyum lepas, lihat porsi gusi atas yang terlihat. Jarak tepi gusi yang berbatasan langsung dengan bibir atas secara estetik, jaraknya ke tepi gigi sekitar 2-4 mm. Nilai yang lebih besar dari itu, kemungkinan memiliki kelainan baik pada gigi, rahang, atau keduanya. Ini disebut gummy smile. Sementara itu, nilai yang lebih kecil akan membuat tampilan wajah yang lebih tua dari usianya karena lazimnya para lansia memperlihatkan lebih banyak gigi bawah pada saat tersenyum.
- Perhatikan arah busur senyum. Idealnya saat tersenyum, bibir akan naik dari tengah bibir ke sudut bibir. Namun, tidak semua orang dikaruniai fitur ini. Beberapa etnis tertentu bahkan memiliki busur senyum terbalik, ada juga yang rata. Busur bibir atau busur gigi yang terbalik akan memberi tampilan senyum yang terlihat tidak bahagia.
- Perhatikan tampilan bibir bawah. Perhatikan bagian merah bibir, di bibir bawah, yaitu batas bagian kering dan basah (bagian bibir yang tidak bisa dioles lipstik). Berapa banyak bagian basah yang terlihat? Umumnya bagian ini terlihat hanya sekitar 1-2 mm saat tersenyum lebar. Bila bagian ini terlihat lebih dari nilai itu, kemungkinan gigi geligi susunannya terlalu maju.
Di luar dari nilai dan kriteria yang disebutkan di atas, kemungkinan adanya kelainan. Penilaian dan koreksi untuk kelainan itu dapat dilakukan dokter gigi ahli. Walau demikian, tetaplah tersenyum untuk meningkatkan nilai dari wajah dan kepribadian secara keseluruhan.
Artikel karya drg. Luciana, SpOrt ini telah terbit di Harian Kompas pada 07 April 2024.

