Masuk Angin dalam Dunia Medis: Apa Penjelasan Ilmiahnya?

Ditinjau oleh : dr. Fransiskus Xaverius Rinaldi

Sebagian besar masyarakat Indonesia awam dengan istilah “masuk angin”. Hal ini merujuk pada kondisi badan yang terasa kurang fit, pegal-pegal, hingga sakit kepala setelah banyak beraktivitas atau berhadapan dengan cuaca kurang bersahabat. Bagaimana dunia medis melihat fenomena ini? Yuk, cari tahu penjelasan ilmiah masuk angin dalam kelanjutan artikel berikut.

Apa Itu Masuk Angin?

Dalam dunia medis, tidak ada istilah masuk angin. Frasa ini bahkan hanya ditemukan di Indonesia dan digunakan untuk menggambarkan berbagai gejala tubuh sedang tidak fit, seperti meriang, perut kembung, pegal-pegal, migrain atau sakit kepala, demam, hingga rasa mual.

Kondisi ini umumnya terjadi setelah tubuh terlalu lelah, kurang tidur, kehujanan, terpapar angin malam, atau terpapar udara AC dalam waktu lama. Karena itulah, muncul istilah masuk angin untuk menggambarkan rasa tidak enak badan yang dianggap masyarakat berasal dari angin atau udara di sekitar.

Penyebab Masuk Angin

Masuk angin memang merupakan sekumpulan gejala untuk menandakan tubuh sedang tidak sehat. Namun, kondisi ini terjadi bukan tanpa penyebab pasti. Secara ilmiah, masuk angin dapat dijelaskan melalui beberapa situasi berikut:

  • Penyempitan pembuluh darah. Saat tubuh terpapar udara dingin dalam waktu yang lama, pembuluh darah dapat menyempit sebagai respons alami menjaga suhu inti tubuh. Proses alami ini, sebagai akibatnya, akan melemahkan sistem imun, terutama di saluran pernapasan bagian atas, dan menyebabkan rasa tidak enak badan.
  • Kelelahan. Kelelahan atau kurang tidur dapat menurunkan aktivitas sel-sel imun, seperti limfosit, yang sebetulnya bertugas melawan infeksi virus. Karena sel-sel imun melemah, virus lebih mudah masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan gejala masuk angin.
  • Paparan virus ringan. Virus-virus ringan seperti rhinovirus atau coronavirus biasanya menyebar melalui udara atau menempel di atas permukaan objek. Kedua virus ini akan menyerang saluran pernapasan atas dan menyebabkan gejala mirip flu atau masuk angin
  • Gangguan pencernaan. Pola makan tidak sehat, seperti rutin mengonsumsi makanan tinggi lemak dan rendah serat, akan membuat lambung bekerja lebih keras sehingga menciptakan gas berlebihan. Hal ini dapat memicu rasa begah dan mual, yang biasa dikeluhkan sebagai masuk angin.
  • Stres dan aktivitas berat. Saat stres, tubuh akan mengeluarkan hormon stres (kortisol) sebagai respons alami berhadapan dengan tekanan atau ancaman. Namun, proses ini dapat menekan sistem imun dan membuat tubuh lebih sensitif terhadap perubahan cuaca, sehingga menimbulkan gejala masuk angin. Selain stres, beraktivitas yang berat ketika cuaca sedang tidak baik juga akan menyebabkan penurunan sistem imun dan menimbulkan gejala masuk angin.

Penyakit Medis yang Ditandai dengan Masuk Angin

Berbagai macam gejala tubuh tidak sehat yang dikenal sebagai masuk angin dapat mengindikasikan beberapa penyakit medis berikut:

  • Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Virus atau bakteri yang menyerang hidung juga tenggorokan mengakibatkan ISPA. Penyakit ini biasanya memiliki gejala seperti demam, pilek, dan batuk. 
  • Gangguan pencernaan. Masalah pencernaan karena pola makan yang buruk, keracunan, alergi atau intoleransi makanan, ataupun infeksi virus dan bakteri dapat menimbulkan gejala berupa mual, muntah, perut kembung, diare, dan sensasi perih atau nyeri ulu hati.
  • Demam berdarah dan malaria. Kedua penyakit ini sama-sama ditularkan melalui gigitan nyamuk, dengan gejala seperti demam, nyeri sendi, pegal-pegal, menggigil, dan rasa lemas.
  • Penyakit jantung. Dalam beberapa kasus, keluhan yang dianggap sebagai masuk angin, seperti nyeri ulu hati, mual, atau rasa tidak nyaman di dada, dapat merupakan manifestasi penyakit jantung. Kondisi ini terjadi ketika otot jantung tidak memperoleh pasokan darah dan oksigen yang cukup, dan dapat disertai nyeri dada yang menjalar ke lengan, leher, atau punggung, serta gejala lain seperti pusing, sesak napas, keringat dingin, hingga pingsan. Keluhan semacam ini merupakan tanda bahaya dan tidak boleh diabaikan.

Masuk Angin yang Harus Diwaspadai

Berdasarkan penjelasan di atas, masuk angin memiliki banyak pemicu dan dapat mengindikasikan penyakit medis yang bermacam-macam pula. Oleh karena itu, masuk angin tidak selalu bisa dianggap sepele, terutama jika gejala yang dirasakan sudah berlangsung cukup lama dan berat.

Apabila Anda mengalami keluhan masuk angin yang sudah berlangsung selama lebih dari 3 hari, ada baiknya Anda segera melakukan kunjungan ke dokter. Rumah sakit umum Jakarta RS St. Carolus menerima kunjungan pasien umum dengan berbagai keluhan, termasuk keluhan serupa masuk angin, yang akan ditangani oleh dokter-dokter berpengalaman. Anda juga bisa memanfaatkan layanan paket MCU lengkap jika ingin mengetahui kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Demikianlah ulasan mengenai masuk angin dalam dunia medis, mulai dari gejala, penyebab, hingga penyakit medis yang ditandai dengan masuk angin.

Ditinjau oleh : dr. Fransiskus Xaverius Rinaldi

Share

Kategori

📲 Informasi & Reservasi

Layer_1(11)
Reservasi
 
Scroll to Top