Mata Kering, Apakah Terkena Penyakit Sjogren?

Ditinjau oleh : dr. Cindy, MBiomed, SpPD-KR

Gambar 1.1 (source : rey.id)

APRIL ditetapkan sebagai peringatan bulan kewaspadaan penyakit sjogren. Penyakit sjogren (Sjogren’s disease) merupakan penyakit autoimun menahun yang menyerang kelenjar eksokrin, terutama kelenjar air mata dan liur sehingga terjadi penurunan produksi kelenjar dan ditandai dengan kekeringan mata dan mulut. Penyakit ini dapat menyerang segala usia, tersering pada 45-55 tahun. Perempuan 9 kali lebih sering mengalami penyakit sjogren dibandingkan dengan laki-laki. 

Mata kering dapat disebabkan banyak pemicu sehingga tidak semua mata kering bisa diasosiasikan akibat penyakit sjogren. Lantas mata kering seperti apakah yang perlu diwaspadai karena sjogren? 

Sjogren dapat menyerang individu yang sebelumnya sehat dan bisa terjadi pada penyandang penyakit autoimun lain, seperti lupus atau artritis reumatoid. Dapat ditemukan pula gejala kekeringan di area lain, seperti kulit, vagina, dan saluran napas. Sjogren dapat disertai gejala kelelahan, nyeri otot maupun sendi, dan pada kondisi berat bisa mengganggu kesehatan ginjal, sel darah, dan sistem saraf. 

Dari pemeriksaan laboratorium dapat ditemukan adanya anti-SS-A/Ro positif. Namun, tidaklah cukup hanya mendiagnosis penyakit sjogren hanya berdasarkan hasil tersebut. Diagnosis ditegakkan menurut kriteria ACR/EULAR tahun 2016 dengan mempertimbangkan gejala klinis yang memenuhi kriteria dan telah menyingkirkan penyebab lain yang dapat menyerupai penyakit Sjogren. 

Pengobatan penyakit sjogren bertujuan untuk mengurangi gejala dan memperbaiki kualitas hidup. Tindakan penanganan ini dilakukan dengan kerja sama antara dokter spesialis penyakit dalam/reumatologi dan dokter spesialis mata, dokter gigi, maupun spesialis lain terkait gejala yang muncul pada pasien. Pengobatannya meliputi obat sistemik, seperti glukokortikoid, antimalaria, agen imunosupresif, imunoglobulin intravena, hingga agen biologik berdasarkan organ spesifik yang terlibat dan tingkat keparahannya. 

Penggunaan obat-obat itu harus dipantau oleh dokter mengingat efek samping yang mungkin timbul. Pasien sjogren harus menghindari obat-obatan yang dapat menyebabkan mata kering, menjaga kelembaban mata, dan mampu melakukan perawatan mulut kering. Olahraga rutin direkomendasikan untuk membantu mengatasi gejala kelelahan yang muncul pada 70 persen penyandang Sjogren. 

Apakah sjogren ini berat atau mematikan? Tingkat keparahan pada pasien sjogren adalah bervariasi. Umumnya kondisi berat ditemukan pada pasien berusia tua yang disertai penyakit komorbid lainnya. Belum ada tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit ini. 

Pasien dengan kondisi mulut dan mata kering disertai nyeri sendi yang berlangsung lebih dari 3 bulan, disarankan memeriksakan diri ke dokter untuk deteksi dini dan mendapat penanganan segera. Semoga kita semua senantiasa sehat. 

Artikel karya dr. Cindy, MBiomed, SpPD-KR ini telah terbit di Harian Kompas pada 28 April 2024. 

Ditinjau oleh : dr. Cindy, MBiomed, SpPD-KR

Share

Kategori

📲 Informasi & Reservasi

Layer_1(11)
Reservasi
 
Scroll to Top