
Gambar 1.1 (source : www.dreamslime.com)
Osteoporosis kondisi yang membuat tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Namun, bagaimana osteoporosis terjadi? Jawabannya terletak pada metabolisme tulang kita.
Tulang adalah jaringan hidup yang terus-menerus mengalami proses perombakan dan pembentukan. Proses ini dikenal sebagai remodeling tulang, yang melibatkan dua jenis sel utama: osteoklas dan osteoblas. Osteoklas bertugas merombak atau menghancurkan tulang lama, sementara osteoblas bertanggung jawab membentuk tulang baru.
Pada orang dengan tulang sehat, aktivitas osteoklas dan osteoblas berada dalam keseimbangan. Namun, pada osteoporosis, keseimbangan ini terganggu. Osteoklas bekerja terlalu aktif menghancurkan tulang, sementara osteoblas tidak cukup cepat membentuk tulang baru. Akibatnya, kepadatan tulang menurun dan tulang menjadi lebih rapuh.
Penyebab utama ketidakseimbangan ini adalah perubahan hormon. Hormon estrogen, yang membantu mengatur aktivitas osteoklas dan osteoblas, menurun drastis pada perempuan setelah menopause. Ini menjadi alas an utama mengapa osteoporosis lebih umum terjadi pada perempuan pasca-menopause. Selain itu, asupan kalsium dan vitamin D yang tidak memadai, kurangnya aktivitas fisik dan kebaisaan merokok juga berkontribusi pada perkembangan osteoposis.
Penting untuk memahami, menjaga Kesehatan tulang sejak dini seperti menabung untuk masa depan. Semakin banyak “tabungan” massa tulang yang kita kumpulkan saat muda, semakin kuat dan tahan lama tulang kita di usia tua. Oleh karena itu, menjaga pola makan yang sehat, berolahraga secara teratur dan menghindari kebiasaan merokok adalah langkah penting mencegah osteoporosis.
Memahami bagaimana osteoporosis terjadi melalui metabolisme tulang memberi kita wawasan untuk menjaga Kesehatan tulang sepanjang hidup. Apabila Anda mulai mengalami gangguan kesehatan akibat tulang yang rapuh ini, konsultasikan segera ke dokter ahli tulang.
Artikel karya Dr. dr. Ifran Saleh, SpOT(K)Spine dan dr. Maria Florencia Deslivia, SpOT, PhD ini telah terbit di Harian Kompas pada 29 September 2024.

