Pentingnya Terapi Fisik setelah Cedera Pergelangan Kaki

Ditinjau oleh : dr. Astuti Pitarini, SpOT(K) dan dr. Andi Kurniawan, SpOT

 

CEDERA pergelangan kaki (ankle sprain) punya banyak sinonim penyebutan, antara lain kaki keseleo, kecengklak, atau terkilir. Keseleo termasuk tiga kondisi tersering setelah dislokasi sendi dan patah tulang. Cedera pergelangan kaki yang tidak ditangani dengan tepat dapat berakibat fatal. Salah satu konsekuensinya adalah kerusakan sendi permanen. 

Cedera pergelangan kaki dapat menyebabkan cabang saraf yang berlokasi di sendi dan ligamen penunjang mengalami kerusakan sehingga fungsi keseimbangan, biomekanika berjalan, dan proprioseptif terganggu. Fungsi proprioseptif diperlukan manusia untuk merasakan sensasi berjalan, sensasi berdiri, dan sensasi posisi tubuh. 

Apabila fungsi sensasi ini terganggu, seseorang akan mengalami gangguan dalam mendeteksi kelincahan gerak sehingga sering dianggap tidak sigap atau ceroboh. Misalnya, gampang jatuh ketika berjalan di permukaan yang tidak mulus dan tidak lurus. Bisa juga kerap merasa seperti akan keseleo ketika sedang turun tangga. 

Gangguan deteksi posisi sendi inilah yang menyebabkan potensi cedera pergelangan kaki berulang. Berdasarkan data, 40 persen kasus ankle sprain akan memengaruhi kestabilan pergelangan kaki jangka panjang dan bisa berakhir dengan kerusakan sendi permanen. 

Oleh karena itu, tugas dokter ortopedi dan dokter olahraga dalam menangani cedera pergelangan kaki adalah membantu pasien dapat kembali beraktivitas atau berkompetisi dengan tiga fase pemulihan. 

Fase pertama berlangsung 1-2 minggu untuk mengurangi bengkak dan nyeri dengan metode protection, rest, ice, compression, and elevation (PRICE). Bila terdapat cedera pada ligamen atau tulang yang memerlukan penanganan khusus, maka dokter ortopedi akan memasang gips, ankle brace, atau tindakan lainnya. 

Fase kedua berlangsung mulai minggu ke-2 sampai ke-6 pascacedera, meliputi terapi latihan ruang gerak sendi, latihan penguatan otot, latihan keseimbangan, proprioseptif, dan juga kelincahan. 

Fase ketiga adalah fase krusial terutama bagi olahragawan karena akan dilakukan sports-specific rehab, yaitu pemulihan fungsional otot dan ligamen yang disesuaikan dengan jenis olahraganya. Di sinilah peran penting dokter spesialis olahraga untuk mengembalikan seseorang ke pre-injury level. 

Terapi fisik bermanfaat untuk cedera pergelangan kaki, antara lain mempercepat pemulihan, meningkatkan mobilitas dan fungsi pergelangan kaki, mencegah cedera berulang dan komplikasi jangka panjang, serta meningkatkan kualitas hidup.  

Jenis terapi fisik untuk mengobati cedera pergelangan kaki, tergantung pada tingkat keparahan cedera dan kebutuhan pasien. Di antaranya, latihan rentang gerak, latihan penguatan otot, latihan keseimbangan dan koordinasi, serta terapi manual. 

Jika cedera dibiarkan tanpa terapi medis yang tepat, bukan tidak mungkin terjadi gejala sisa yang mengganggu fungsi sendi pada kemudian hari. Salam sehat! 

Artikel karya dr. Astuti Pitarini, SpOT(K) dan dr. Andi Kurniawan, SpOT ini telah terbit di Harian Kompas pada 17 Maret 2024. 

Ditinjau oleh : dr. Astuti Pitarini, SpOT(K) dan dr. Andi Kurniawan, SpOT

Share

Kategori

📲 Informasi & Reservasi

Layer_1(11)
Reservasi
 
Scroll to Top