
Gambar 1.1 (source : Lifestyle Business Org)
PADA artikel-artikel sebelumnya, kita banyak membahas pentingnya berolahraga. Dengan meningkatkan massa otot, massa tulang pun bertambah sehingga pengeroposan tulang dapat dicegah.
Tak hanya itu, olahraga sering dikaitkan dengan peningkatan kekuatan, fleksibilitas, mobilitas, dan fungsi secara umum. Namun, aktivitas olahraga secara berlebihan atau kebiasaan berolahraga yang tidak tepat malah bisa berbahaya.
Rasa tegang dan kaku pada punggung dapat muncul setelah olahraga, seperti angkat beban maupun squat sebagai akibat dari respons peradangan alami tubuh. Dikenal pula sebagai delayed onset muscle soreness (DOMS), rasa pegal ini muncul bertahap dalam 6-8 jam setelah latihan, memuncak sekitar 24-48 jam, dan akhirnya berkurang dalam waktu sekitar 72 jam.
Nah, untuk mencegah agar olahraga tidak menjadi bumerang, mari, kita lakukan langkah pencegahan berikut ini.
- Latihlah kelompok otot yang berbeda secara bergilir. Latihan terfokus pada satu kelompok otot tertentu secara terus-menerus dapat menimbulkan cedera.
- Benarkan postur saat olahraga. Postur tubuh yang salah dapat menimbulkan beban berlebih pada tulang belakang, bahkan bisa menimbulkan patah tulang atau pergeseran sendi.
- Jangan lupa melatih otot batang badan, seperti otot perut, otot sisi badan, hingga otot punggung yang menjalar di sepanjang tulang belakang. Otot inilah yang menjaga stabilitas saat berolahraga.
- Hidrasi tubuh dengan cairan yang cukup.
Apabila langkah pencegahan telah dilakukan dan nyeri punggung tetap menyerang, segera lakukan pertolongan pertama. Hal ini mencakup istirahat dan kompres es selama 20 menit. Kompres es dapat membantu mengurangi radang. Lakukan kompres es dengan menggunakan es batu yang dibungkus dalam kain tebal atau handuk.
Lantas, nyeri pasca-olahraga seperti apakah yang perlu kita waspadai? Nyeri tajam maupun nyeri persisten yang terpusat pada area tertentu di punggung adalah nyeri yang tidak normal. Apabila muncul segera setelah aktivitas olahraga yang intens, patut dicurigai adanya cedera punggung.
Nyeri itu pun biasanya menetap lebih dari 96 jam setelah olahraga dan dapat disertai gejala tambahan, seperti penjalaran ke kaki, kesemutan, hingga melemahnya tungkai bawah. Segera konsultasi ke ahli ortopedi tulang belakang yang tepercaya apabila timbul nyeri pasca-olahraga.
Artikel karya Dr. dr. Ifran Saleh, SpOT(K)Spine dan dr. Maria Florencia Deslivia, SpOT, PhD ini telah terbit di Harian Kompas pada 18 Februari 2024.

