Sering Makan Porsi Besar? Ini Dampaknya bagi Kesehatan

Ditinjau oleh : dr. Fransiskus Xaverius Rinaldi

Pernahkah Anda melihat orang yang makan dalam porsi besar? Misalnya, mengonsumsi 5 porsi atau lebih mi instan dalam satu kali makan? Atau mengonsumsi 5 porsi lebih nasi ayam maupun makanan lainnya? Kebiasaan ini terkadang dianggap adalah hal yang biasa, padahal bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Penyebab Seseorang Makan Berlebih

Ada berbagai penyebab mengapa seseorang makan dalam porsi besar, berikut ini di antaranya:

  1. sudah terbiasa makan banyak,
  2. mengalami stres,
  3. sangat menyukai makanan tersebut, atau 
  4. gangguan makan (binge eating disorder)

Dampak Kebiasaan Makan dalam Porsi Besar

Kebiasaan makan dalam porsi besar tidak hanya dapat berdampak pada kesehatan jangka pendek saja, melainkan juga kesehatan jangka panjang. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

Dampak Jangka Pendek

Beberapa dampak jangka pendek yang bisa Anda rasakan secara langsung dari kebiasaan makan ini yaitu:

  1. Perut Begah

Saat Anda makan dalam porsi besar, makanan yang masuk akan memaksa lambung mengembang lebih besar dari kondisi normal, sehingga menekan organ lain di dalam tubuh. Hal ini akan menyebabkan perut terasa begah dan tidak nyaman.

  1. GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau refluks asam lambung adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Ada berbagai penyebab terjadinya GERD, salah satunya adalah makan dalam porsi besar. Saat terlalu banyak makanan yang masuk ke lambung, asam lambung akan ditekan naik ke kerongkongan akibat otot sfingter esofagus bawah (LES) yang melemah. Otot LES adalah katup antara lambung dan kerongkongan yang mencegah asam lambung naik.

  1. Perut Kembung

Gas akan terbentuk secara alami saat sistem pencernaan tubuh bekerja. Namun, ketika Anda makan berlebihan maka dapat mengganggu sistem pencernaan serta menyebabkan peningkatan produksi gas. Akibatnya perut akan kembung dan terasa kurang nyaman.

  1. Terganggunya Sistem Metabolisme

Kalori yang masuk dari makanan akan diproses secara alami oleh sistem metabolisme tubuh untuk diubah menjadi energi. Ketika makanan yang masuk terlalu banyak, maka sistem metabolisme dipaksa bekerja keras, sehingga meningkatkan risiko terjadinya gangguan sistem metabolisme.

  1. Obesitas

Salah satu penyebab kenaikan berat badan adalah ketidakseimbangan antara kalori yang masuk melalui makanan dengan yang keluar dari aktivitas fisik. Ketika Anda terbiasa makan dengan porsi besar tanpa diseimbangkan dengan aktivitas, maka kalori akan menumpuk dan diubah menjadi lemak oleh sistem metabolisme tubuh. Hal inilah yang menyebabkan kenaikan berat badan.

Dampak Jangka Panjang

Tidak hanya jangka pendek saja, kebiasaan makan berlebih ini juga bisa menimbulkan dampak jangka panjang, yaitu:

  1. Diabetes

Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dapat menyebabkan kenaikan kadar gula darah. Selain itu, terganggunya sistem metabolisme tubuh akibat makan berlebihan juga dapat menyebabkan resistensi insulin, yaitu kondisi ketika sel-sel tubuh kurang responsif terhadap insulin, sehingga glukosa sulit masuk dan menyebabkan naiknya kadar gula darah.

  1. Penyakit Kardiovaskular

Penyakit kardiovaskular adalah berbagai penyakit yang berkaitan dengan jantung, pembuluh darah, dan sistem peredaran darah. Misalnya saja hipertensi dan penumpukan plak pada dinding pembuluh darah. Penyakit kardiovaskuler adalah kondisi yang serius karena bisa menyebabkan serangan jantung dan juga stroke.

Tips Mengatasi Kebiasaan Makan Berlebih

Ketika makan berlebih sudah menjadi kebiasaan, mungkin pada akhirnya Anda tidak merasa kekenyangan saat makan dalam porsi besar. Namun, hal itu tetap tidak menurunkan risikonya terhadap kesehatan tubuh Anda. Jika Anda ingin menurunkan risiko kesehatan akibat makan berlebih, bisa mencoba cara berikut ini:

1. Makan Secara Perlahan

Otak membutuhkan waktu untuk menerima sinyal kenyang yang dikirimkan oleh tubuh. Makan secara perlahan dapat membantu Anda mengenali sinyal ini sebelum makan secara berlebihan.

2. Aktif Bergerak

Saat makan dalam porsi besar, artinya banyak kalori yang akan masuk ke dalam tubuh. Maka seimbangkan dengan aktif bergerak. Semakin banyak makanan yang dikonsumsi, Anda juga harus lebih banyak lagi bergerak dan berolahraga.

3. Konsultasikan dengan Dokter

Jika Anda memiliki kebiasaan ini dan ingin menghentikannya untuk menurunkan risikonya, maka langkah terbaik adalah berkonsultasi  pada dokter spesialis gizi. Melalui konsultasi ini, Anda akan diberikan perencanaan pengaturan pola makan baru untuk mengubah kebiasaan lama Anda secara perlahan, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif pada tubuh akibat perubahan secara mendadak.

Bagi Anda yang saat ini memiliki kebiasaan makan dalam porsi besar dan ingin berkonsultasi untuk menghentikannya, bisa mengunjungi dokter spesialis gizi di Rumah Sakit St. Carolus. Sementara jika Anda sudah memiliki keluhan terkait pencernaan, Anda bisa mengunjungi dokter bedah digestif untuk mendapatkan pengobatan sesuai kondisi Anda. 

Semakin cepat Anda mengubah pola makan lebih sehat, maka risiko akan penyakit akibat makan berlebih bisa semakin berkurang. Jadi, yuk, segera buat janji konsultasi sekarang!

Ditinjau oleh : dr. Fransiskus Xaverius Rinaldi

Share

Kategori

📲 Informasi & Reservasi

Layer_1(11)
Reservasi
 
Scroll to Top