Sering mengalami nyeri punggung? Nyeri yang muncul pada punggung umumnya dapat disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya: gangguan pada saraf seperti saraf terjepit, kelainan bentuk tulang belakang seperti skoliosis, retakan atau cedera pada tulang belakang, keseleo otot, dan sebagainya.
Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, nyeri punggung juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari bila tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab serta mengenali gejala yang menyertainya agar dapat dilakukan pencegahan dan penanganan yang sesuai. Yuk, cek selengkapnya di sini!
Pengertian Nyeri Punggung
Nyeri punggung adalah suatu kondisi yang menimbulkan rasa kaku atau sakit di sepanjang tulang belakang, atau lebih tepatnya terasa dari tulang ekor sampai ke bagian bawah leher. Biasanya, kondisi ini bisa muncul secara mendadak atau bertahap, dan bahkan bisa menjalar sampai ke bagian kaki.
Pada penderita dengan nyeri punggung ringan, umumnya keluhan yang dirasakan bisa hilang timbul dan masih tetap bisa menjalankan aktivitas seperti biasa. Akan tetapi, pada penderita dengan nyeri punggung berat, dapat menyebabkan kesulitan tidur di malam hari maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.
Penyebab Nyeri Punggung
Berikut merupakan beberapa faktor yang dapat menyebabkan nyeri pada bagian punggung, di antaranya:
- Benturan atau trauma pada bagian punggung sehingga memunculkan rasa nyeri dari bagian atas sampai pinggang.
- Menderita penyakit tertentu seperti skoliosis, osteoporosis, arthritis, sehingga menyebabkan punggung terasa nyeri.
- Perubahan degeneratif pada tulang belakang karena pertambahan usia dapat meningkatkan risiko nyeri punggung.
- Kelebihan berat badan, sehingga dapat meningkatkan beban pada tulang belakang dan otot punggung, sehingga memperberat nyeri, terutama pada punggung bawah.
- Cakram tulang belakang pecah atau menonjol, sehingga menekan saraf dan mengakibatkan nyeri pada punggung. Kondisi ini lebih dikenal dengan saraf kejepit.
- Kebiasaan berdiri atau duduk dengan posisi yang tidak sesuai, sehingga dapat memberikan tekanan yang berlebihan pada bagian punggung dan memicu rasa nyeri.
- Keseleo atau otot tegang yang disebabkan oleh aktivitas fisik berlebihan, gerakan tiba-tiba, mengangkat benda berat dengan posisi yang salah, dan sebagainya.
Nyeri punggung dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Namun, kondisi ini lebih rentan dialami oleh:
- Perokok, karena merokok dapat memicu herniasi diskus akibat batuk, meningkatkan risiko osteoporosis, hingga menurunkan aliran darah ke tulang belakang.
- Individu dengan faktor psikologis, seperti depresi, rasa cemas, dan lainnya lebih berisiko mengalami nyeri punggung.
- Menderita penyakit, beberapa jenis penyakit seperti kanker, radang sendi, dan lainnya dapat memicu nyeri pada punggung.
Gejala Nyeri Punggung
Gejala nyeri punggung biasanya bisa berbeda-beda, bergantung pada penyebab yang memicunya. Namun demikian, terdapat sejumlah gejala umum yang sering dijumpai pada penderita nyeri punggung, antara lain:
- nyeri memburuk ketika berdiri lama, mengangkat beban, dan membungkuk,
- nyeri yang cukup menusuk seperti terasa terbakar,
- nyeri yang menjalar sampai ke bagian kaki,
- mati rasa atau kesemutan pada kaki,
- gerak tubuh jadi terbatas,
- nyeri pada bagian otot, dan
- punggung terasa kaku.
Cara Mengatasi Nyeri Punggung
Untuk mengatasi nyeri punggung yang dirasakan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, di antaranya:
- Hindari aktivitas yang dapat memperburuk kondisi nyeri dan istirahat yang cukup di malam hari.
- Kompres hangat punggung untuk meredakan otot yang tegang, dan kompres dingin untuk mengurangi peradangan.
- Lakukan fisioterapi untuk membantu memperbaiki postur tubuh dan memperkuat otot di bagian punggung.
- Mencoba akupuntur, terapi ini bekerja melalui stimulasi titik-titik tertentu pada tubuh dan sebaiknya dilakukan oleh tenaga terlatih, sebagai pelengkap, bukan pengganti terapi medis utama.
- Gunakan salep, krim, atau gel pereda nyeri pada bagian punggung yang terasa nyeri.
Lalu, kapan sebaiknya ke dokter? Pemeriksaan nyeri punggung dapat dilakukan jika merasakan beberapa gejala-gejala yang telah disebutkan di atas. Umumnya, dokter akan melakukan diagnosis dengan memeriksa bagian punggung dan menilai kemampuan ketika mengangkat kaki, berjalan, berdiri, dan duduk.
Dokter juga akan meminta penderita untuk menilai rasa sakit pada punggung dari skala nol sampai 10. Apabila ditemukan kondisi yang mencurigai, dokter spesialis ortopedi akan melakukan pemeriksaan penunjang, seperti:
- tes darah,
- bone scan,
- foto X-ray,
- MRI atau CT scan, dan
- electromyography.
Apabila Anda ingin melakukan pengobatan, bisa ke Rumah Sakit St. Carolus yang memiliki layanan unggulan St. Carolus Bone & Joint Center. Layanan ini berfokus pada penanganan tulang, otot, urat, dan sendi secara komprehensif. Beberapa layanannya seperti:
- tulang belakang,
- lutut dan panggul,
- tumor muskuloskeletal, dan
- cedera muskuloskeletal dan olahraga.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai Spesialis Tulang Belakang Rumah Sakit St.Carolus bisa dilakukan pengecekan di sini dan jika ingin melakukan pemeriksaan bisa hubungi kami ke nomor 021-3904441 atau 021-23567990. Bisa juga langsung cek jadwal dokter kami di sini.

