Gambar 1.1 (source : flexfree.clinic)
Skoliosis adalah suatu kondisi yang menyebabkan tulang belakang melengkung pada tiga bidang (tiga dimensi). Tak hanya meliuk ke samping, skoliosis dapat menyebabkan tulang belakang berotasi. Kondisi ini baru muncul secara kasatmata ketika pasien mendapati pakaian yang dikenakan tidak pas, atau bahkan terlihat seperti ada “punuk”. Selain itu, ada yang merasakan pegal berlebih pada otot punggung.
Skoliosis memiliki berbagai macam variasi, tetapi yang tersering adalah jenis idiopatik (tanpa sebab yang jelas) dan didiagnosis umumnya pada gadis remaja usia 10-18 tahun. Karena penyebabnya belum diketahui pasti, banyak beredar informasi terkait skoliosis. Meski sebagian besar informasi ini tidak berbahaya, ada pula beberapa mitos yang perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan kecemasan hingga mendapat rekomendasi pengobatan yang salah.
Adakah sesuatu yang bisa dilakukan untuk mencegah skoliosis pada remaja? Pencegahan yang dimaksud semisal tidak membawa ransel berat, tidak tidur miring, hingga asupan tertentu pada ibu hamil untuk mencegah memiliki anak dengan skoliosis. Faktanya, belum ada penelitian atau uji klinis memadai yang membuktikan bahwa skoliosis dapat dicegah.
Menggendong ransel berat pada jangka waktu panjang memang tidak disarankan karena dapat mengganggu kesehatan secara umum dan postur tubuh, tapi tidak berkaitan dengan skoliosis. Ingat, postur tubuh yang miring atau membungkuk tidak selalu skoliosis. Untuk membedakannya, postur tubuh yang salah dapat dikoreksi dengan posisi duduk atau berdiri yang tegak. Namun, kondisi skoliosis, apalagi yang berat, tidak dapat dikoreksi dengan posisi.
Kedua, pencegahan terbaik adalah deteksi dini. Jika perkembangan postur tubuh anak berbeda dengan rekan sebayanya, orangtua bisa melakukan pemeriksaan inisial secara mandiri. Adam’s forward bending test dapat dilakukan secara mandiri untuk mendeteksi skoliosis sedini mungkin pada anak. Pemeriksaan Adam’s forward bending test ini dilakukan dalam posisi pasien membungkuk ke depan, kaki merapat dan lutut lurus, serta lengan menggantung bebas di sisi tubuh. Pada kondisi skoliosis, dapat diamati bahwa salah satu lengkungan iga lebih menonjol seperti “punuk”.
Diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu memperbaiki kelengkungan tulang belakang, serta memperlambat perkembangan kelengkungan tersebut. Konsultasikan masalah tulang belakang ini kepada ahli tulang belakang terpercaya.
Artikel karya Dr. dr. Ifran Saleh, SpOT(K)Spine dan dr. Maria Florencia Deslivia, SpOT, PhD ini telah terbit di Harian Kompas pada 14 Juli 2024.

