Bagi pasangan suami istri yang mengharapkan kehadiran buah hati, berita kehamilan istri merupakan momen yang sangat dinantikan. Namun, tidak semua bisa mendapatkan kabar bahagia itu dalam waktu cepat. Ada beberapa pasangan yang harus bersabar menunggu beberapa bulan, bahkan tahunan.
Cepat atau tidaknya pasangan diberi keturunan bisa terjadi karena banyak faktor, salah satunya yaitu adanya gangguan kesuburan pada pria. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah informasi lengkapnya.
Berbagai Gangguan Kesuburan pada Pria yang Perlu Diwaspadai
Ada beberapa gejala yang menunjukkan gangguan kesuburan pada pria, berikut ini di antaranya:
1. Masalah Ejakulasi
Ejakulasi adalah keluarnya cairan semen atau air mani yang mengandung sperma saat Anda berhubungan seksual. Biasanya cairan ini keluar saat Anda mencapai puncak gairah atau yang sering disebut dengan orgasme. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan terjadinya masalah pada proses ejakulasi, seperti:
- ejakulasi dini yaitu proses ejakulasi yang terlalu cepat,
- ejakulasi tertunda yaitu proses ejakulasi yang terlalu lambat, dan
- ejakulasi retrograde atau ejakulasi kering yaitu ketika tidak ada cairan semen yang keluar saat proses ejakulasi.
2. Disfungsi Ereksi
Ereksi terjadi akibat peningkatan aliran darah ke penis saat rangsangan seksual. Disfungsi ereksi dapat mengurangi frekuensi atau keberhasilan hubungan seksual, sehingga menurunkan peluang terjadinya kehamilan. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh faktor kesehatan pembuluh darah, hormon, stres, maupun efek obat-obatan.
3. Masalah pada Testis
Testis adalah organ reproduksi pria yang berfungsi sebagai tempat produksi sperma. Adanya masalah pada testis, seperti pembengkakan, peradangan, atau masalah lainnya dapat menyebabkan rasa tidak nyaman atau bahkan nyeri saat berhubungan seksual. Kondisi ini harus segera mendapatkan penanganan, karena bisa menyebabkan kerusakan permanen yang dapat memengaruhi produksi sperma.
4. Penurunan Gairah Seksual
Untuk bisa memiliki keturunan, tentunya Anda dan pasangan harus melakukan hubungan seksual tanpa pengaman, agar bisa terjadi pembuahan. Namun, ketika Anda mengalami suatu hal yang menyebabkan kehilangan gairah seksual, hal ini tentunya akan menjadi penghalang Anda untuk memiliki anak. Kondisi ini dapat dipicu oleh stres, kelelahan, gangguan hormon, masalah psikologis, atau rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual.
5. Kualitas Sperma Rendah
Kehadiran buah hati bisa terjadi jika proses pembuahan sel telur oleh sperma berjalan dengan lancar. Namun, ketika sperma yang dikeluarkan berkualitas rendah, maka dapat menyebabkan masalah saat proses pembuahan. Sayangnya, kualitas sperma hanya bisa diketahui jika dilakukan pemeriksaan laboratorium dan tidak menunjukkan gejala apa pun.
Pengobatan Gangguan Kesuburan pada Pria
Gangguan kesuburan bisa dialami oleh siapa saja, bahkan pada orang yang pernah memiliki anak sekali pun. Sayangnya kondisi ini terkadang tidak menimbulkan gejala, sehingga satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan mengunjungi dokter spesialis urologi di Rumah Sakit St. Carolus. Dengan memeriksakan diri lebih cepat, Anda bisa mendapatkan diagnosis lebih awal, sehingga kondisi Anda dapat ditangani secara tepat.
Selain melakukan pengobatan, ada baiknya juga jika Anda mulai mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, karena bisa memengaruhi kesuburan Anda. Hal yang bisa Anda lakukan yaitu:
- Hindari merokok.
- Hindari minuman beralkohol.
- Rajin berolahraga.
- Perhatikan pola makan.
Gangguan kesuburan dapat dialami oleh siapa saja, tetapi dengan penanganan cepat dan tepat, potensi kesembuhan Anda akan semakin besar. Jadi, segera periksakan diri jika merasakan adanya masalah saat berhubungan seksual maupun belum memiliki keturunan setelah 1 tahun berhubungan seksual tanpa pengaman dengan pasangan Anda.

