Kegiatan Sosial
RS St. Carolus hadir bukan hanya sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas yang peduli — mewujudkan tanggung jawab sosial melalui program kemanusiaan nyata.
Operasi Bibir Sumbing
Bekerja sama dengan Smile Train sejak 2008
500+
Pasien dilayani sejak 2008
Tentang Program
RS St. Carolus telah bekerja sama dengan Smile Train sejak tahun 2008 sampai sekarang, melayani lebih dari 500 pasien tidak mampu. Syarat minimal yang diperlukan adalah surat keterangan tidak mampu dan pasien dalam keadaan sehat sebelum menjalani operasi.
Syarat medis lainnya ditentukan oleh dokter spesialis bedah plastik yang berpengalaman di RS kami yaitu Dr. Teddy, OHP, Sp.BP dan dr. Irinawati, Sp.BP, didukung oleh tim medis lainnya (dokter anak, dokter anestesi, staf keperawatan).
Tak hanya membantu operasi saja, Smile Train juga mendukung program peningkatan kemampuan seluruh sumber daya manusia serta faktor pendukung lain. Manajemen RS St. Carolus berharap kerja sama yang baik dengan Smile Train dapat ditingkatkan dan berlanjut terus, karena selaras dengan visi dan misi RS St. Carolus.
Tentang Smile Train
Smile Train merupakan suatu organisasi yang berkantor pusat di Amerika Serikat dan memiliki cabang di berbagai negara berkembang, salah satunya di Indonesia. Organisasi ini bergerak dalam bidang kemanusiaan yang membantu mengurangi angka kelainan deformitas pada bagian bibir dan langit-langit (sumbing). Organisasi mendukung dengan pendanaan pelaksanaan operasi secara gratis.
Persyaratan Program
- Surat keterangan tidak mampu (SKTM)
- Pasien dalam keadaan sehat sebelum operasi
- Memenuhi syarat medis yang ditentukan dokter spesialis
Hubungi Kami
Informasi Program
0811-1310-0741Call Center RS St. Carolus
(021) 390-4441Operasi Katarak
Bakti Sosial dalam rangka HUT RS St. Carolus ke-105
109
Pasien dioperasi (28 Jan 2024)
Latar Belakang
Penyakit katarak merupakan penyakit akibat kekeruhan pada lensa mata yang berpotensi mengakibatkan kebutaan. Berdasarkan data Kemenkes, di Indonesia terdapat sekitar 8 juta penduduk yang mengalami gangguan penglihatan sedang hingga berat dan 1,6 juta penduduk mengalami kebutaan. Penyebab utama kebutaan di Indonesia adalah katarak sebesar 81,2%, dan >80% dari seluruh kasus kebutaan dapat dicegah.
RS St. Carolus sebagai lembaga pelayanan kesehatan tergerak untuk ikut ambil bagian mengatasi masalah ini. Sejak tahun 2007, sebagai wujud Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR), RS St. Carolus bekerja sama dengan PERDAMI JAYA mengadakan operasi katarak gratis untuk warga kurang mampu.
Baksos 28 Januari 2024
Bakti Sosial Operasi Katarak terselenggara pada 28 Januari 2024 di RS St. Carolus, Salemba, Jakarta — merupakan rangkaian peringatan 105 Tahun RS St. Carolus dan 165 tahun berdirinya Sekolah Santa Ursula. Baksos terlaksana atas kerja sama RS St. Carolus, Sekolah Santa Ursula, dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), menyasar masyarakat kurang beruntung dan tenaga pendidik.
Pendaftar sebanyak 217 orang dan berhasil mengoperasi 109 orang penderita katarak setelah lolos pertimbangan panitia. Program terbuka bagi masyarakat pemilik SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu).
3 Tahapan Baksos Katarak
- 1
Skrining Pasien
Pemeriksaan awal untuk menegakkan diagnosis katarak, menyingkirkan penyulit operasi, dan verifikasi status tidak mampu (surat RT/RW).
- 2
Operasi Katarak
Dilaksanakan di ruang operasi RS St. Carolus sesuai standar PERDAMI oleh dokter spesialis mata RS dan dokter tamu anggota PERDAMI.
- 3
Follow Up Paska Operasi
Pemeriksaan post-operasi 3 kali: hari ke-1, 1 minggu, dan 3 minggu. Tiap sesi pasien mendapat obat tetes mata. Seluruh tahapan gratis.
Syarat Peserta
- Memiliki SKTM dari RT/RW setempat
- Terdiagnosis katarak saat skrining
- Tidak ada kontraindikasi operasi
Seluruh layanan GRATIS
Skrining, operasi, obat, dan follow-up
Hubungi Kami
Call Center RS St. Carolus
(021) 390-4441Bersama Melayani Sesama
RS St. Carolus berkomitmen untuk terus hadir bagi seluruh lapisan masyarakat. Untuk informasi program sosial lainnya, silakan hubungi kami.
(021) 390-4441